6 Alasan yang Patut Membuatmu Bangga Menjadi Mahasiswa Geografi

  • Whatsapp

Masa perkuliahan telah tiba! Hore! Begitulah keseruan yang tergambar bagi kamu-kamu yang baru masuk ke dunia perkuliahan. Kudu bangga dong dengan jurusan yang kalian ambil. Bersyukur itu hukumnya wajib lho, guys, buat kalian yang telah bersaing dengan ribuan peserta dalam SNMPTN, SBMPTN atau bahkan seleksi mandiri.

Siapa nih yang masuk di jurusan kependidikan? Cung tangannya! Apalagi yang masuk jurusan Geografi nih. Mana senyum manisnya? Ya, kali ini ada beberapa alasan nih yang kudu bin wajib kalian baca agar merasa lebih bangga dan bergelora api-api semangat di dalam dada, huehuehue.

Bagi kamu yang merasa salah jurusan, yuk sempatkan baca tulisan ini sebentar aja. Siapa tau hati kalian berubah dari yang awalnya putus asa menjadi bangga!
1. Indonesia butuh kalian, guys!
Apa sih yang kurang dari Indonesia? Negara kepulauan, iya. Negara agraris, iya. Tongkat kayu jadi tanaman, apalagi. Bahkan, sampai-sampai orang lain mengatakan negara kita adalah surganya dunia. Wow! Tapi sayang kan, jika utopia itu berakhir dengan tidak bahagia. Di tangan kalian, guys, pendidikan dan pengenalan rasa cinta kepada bangsa ini dilanjutkan.

Jangan salah lho, tanpa kalian generasi penerus bangsa mungkin nggak akan kenal lagi potensi, keberhasilan dan kekayaan alam yang ada di Indonesia. Apalagi kalian menjadi pengajar tentang geografi Indonesia, bentang alam yang kaya akan sumber daya alam dan beranekaragam budaya. Jadi patut dong kalau kalian ini adalah the next avatar.

2. Si mata elang
Aku peta, aku peta! Mataku seluas elang, tangan kananku membawa kompas, tangan kiriku membawa drone.

Kalian kudu bin wajib yakin dan sadar, bahwa sekarang eranya digital yang melek akan spasial atau keruangan. Sedikit-sedikit buka map, sedikit-sedikit tanya peta. Mau makan di tempat enak tapi nggak tahu tempatnya, buka peta. Mau berangkat kuliah atau kerja tapi takut kena macet, buka traffic jam di aplikasi peta. Mau pesen makanan atau minuman yang siap anter dan murah ongkirnya, lihat aplikasi berbasis peta. Bahkan, mau tahu lokasi si doi pun, liat peta. Nggak kebayang kan, tanpa peta kita seperti apa?

Berarti nggak salah dong kita belajar di bangku perkuliahan pasti selalu berhubungan dengan peta atau data spasial. Mainannya nggak tanggung-tanggung lho, citra udara atau satelit, drone, bahkan teodolit. Karena itu, jangan marah ya kalau sering dianggap peta berjalan.

3. Belajarnya nggak hanya peka sama alam, tapi juga peka sama kehidupan sosial
Belajar di pendidikan geografi itu nggak melulu soal pendidikan dan alam tapi juga kehidupan sosial. Di sini kita belajar peka akan kehidupan politik, ekonomi, kebudayaan, pembangunan, transportasi, pedesaan dan perkotaan, bahkan yang paling penting adalah maritim serta pertanian. Lengkap, bukan? So, saat nanti magang jadi pengajar atau sudah jadi guru nggak cuma ilmu geografi yang diajarkan, tapi budi pekerti, kebanggan akan bangsa sendiri.

4. Kalau punya pasangan anak geografi, diajaknya pasti main terus
Mainnya anak geografi itu berfaedah banget. Apalagi yang diajak main pasangannya dari jurusan pendidikan geografi. Nggak cuma diajak jalan-jalan di pantai atau lihat tempat-tempat seru tapi bakal diceritakan soal sejarah, sebab muasababnya, bahkan sampai dikaitkan dengan global warming. Nggak berhenti dari itu aja, guys, bahkan tak jarang ngajak kegiatan bersih-bersih sungai bareng sampai naik gunung untuk reboisasi dan bersih-bersih sampah juga lho. Kurang apa coba?

5. Panutan dalam menjaga lingkungan
Bagi anak geografi, tentunya paham betul dong soal menjaga lingkungan. Nggak cuma ucapan, tapi tingkah laku dan perbuatan jadi contoh buat orang lain dalam menjaga lingkungan. Apalagi kalian menjadi calon pendidik yang nggak main-main, mengajarkan soal cinta bangsa, alam dan masyarakat Indonesia ke generasi penerus bangsa.

6. Gudangnya orang-orang jago andalan
Jangan kira kuliah di pendidikan geografi cuma praktikum, ngerjain tugas, pulang, kuliah, begitu-begitu saja selama kuliah. Kalian juga bisa berprestasi dalam banyak hal, bisa di dunia organisasi, penelitian, olahraga, kesenian, atau dalam dunia wirausaha. Bekalnya udah didapat saat di bangku perkuliahan, diajari mencintai lingkungan, kekayaan alam, dan berinteraksi sosial.

Nah, bukti konkretnya adalah adalah Janu Muhammad. Seseorang lulusan Pendidikan Geografi dari Universitas Negeri Yogyakarta yang sekarang menjadi ketua di PPI MIB, UK. Soal prestasi nggak perlu di tanya lagi seperti awardee beasiswa LPDP 2015, Young Leaders for Indonesia 2015, Youth Adventure and Youth Leader Forum 2014, Indonesia Mengglobal Mentorship Program 2015, dan Pemuda Pelopor DIY 2015.

Sumber : Hipwee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *