Ultimate magazine theme for WordPress.

BEM FBS MENGAJAR (Mengabdi sepenuh hati)

27

Padang,- BEM KM FBS Universitas Negeri Padang mengadakan kegiatan BEM FBS Mengajar.
Kegiatan ini merupakan sebagai wujud pengabdian Bem FBS dalam menunaikan tanggung jawab Organisasi Mahasiswa yang menjunjung tinggi tri darma perguruan tinggi yang salah satunya adalah pengabdian masyarakat. Kegiatan ini program kerja yang diusung oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, BEM KM FBS UNP 90. Ditengah pandemi Covid-19 tidak mengurangi semangat para pengurus untuk tetap mengangkatkan progran Bem FBS mengajar pada tahun ini. Awalnya kegiatan ini direncanakan Dilaksanakan di sekolah pelosok yang ada di kota padang, mengingat situasi daerah belum memungkinkan sekolah tatap muka, maka panitia merubah konsep dengan tetap melakukan pengabdian di lingkungan masyarakat kampus yaitu anak-anak sekitaran pantai gajah UNP. Kegiatan Bem FBS mengajar ini bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan RW setempat. Untuk terlaksananya kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari pembagian masker untuk seluruh yang hadir, cuci tangan, dan menyediakan handsanitizer. Dilaksanakan dengan tatap muka pada Minggu, 30 Agustus 2020. Kegiatan dilaksanakan di Pantai Gajah, Air Tawar Barat, Padang.
Ketua pelaksana, Muhammad Najib Marzuq, memberikan sambutan setelah dibuka oleh pembawa acara. Sambutan berisi apresiasi kepada seluruh pihak terkait yang telah membantu dan bekerja sama untuk mewujudkan acara ini. Selanjutnya, ia menambahkan bahwa program ini adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dapat dilakukan mahasiswa ketika pandemi ini. Pembelajaran sekolah yang dilakukan secara daring, membuat anak-anak jenuh. Maka, bentuk kontribusi kita sebagai mahasiswa salah satunya adalah memberikan pengajaran dengan santai, menyenangkan, tapi tidak mengubah esensi belajar yang sebenarnya. Konsep yang kita angkatkan adalah belajar sambil bermain. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kejenuhan anak-anak akibat sekolah daring.
Selepas sambutan dari ketua pelaksana, selanjutnya Roni Chandra, Gubernur Mahasiswa BEM KM FBS UNP 90 menyampaikan, terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan Bem FBS untuk tetap melaksanakan program tersebut ditengah pandemi ini, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat masyarakat sekitaran pantai gajah khususnya anak-anak yang mungkin selama ini sudah jenuh belajar dirumah saja. Maka dari itu Bem FBS mengadakan kegiatan belajar di pantai ini,supaya sedikit mengobati rindu anak-anak untuk tetap semangat belajar ditengah kondisi sekarang.selain itu juga disampaikan oleh roni chandra tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan seperti yang digaungkan oleh pemerintah. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 panitia beserta kakak pendamping, 39 anak sekitaran Pantai Gajah.
Selanjutnya, acara dibuka oleh perwakilan dari masyarakat sekitar Pantai Gajah, yaitu Ibu Eli, selaku ketua posyandu daerah Pantai Gajah, sekaligus sebagai tenaga pengajar MDA di Mesjid Afdhal.
Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00-12.20. Anak-anak sekitaran Pantai Gajah berkumpul selepas melaksanakan acara didikan subuh yang diawasi langsung oleh Bu Eli. Sesampainya di lokasi, anak-anak yang hadir diminta untuk berbaris teratur untuk kemudian melakukan registrasi, cuci tangan, dan pembagian masker. Setelah registrasi selesai, peserta diminta untuk mengatur barisan agar berjarak sesuai dengan ketentuan yang ada. Peserta bersama panitia kemudian melaksanakan senam pagi bersama yang diikuti dengan game yang membuat peserta makin antusias untuk mengikuti kegiatan ini.
Sekitar pukul 09.30 WIB, perkenalan pun dilangsungkan. Panitia masing-masing memperkenalkan diri pada peserta. Sebelumnya, peserta diberi name tag kertas yang dituliskan nama peserta. Tak lupa pula konsumsi berupa roti dan puding serta air minum dibagikan. Setelah selesai, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar lebih memudahkan proses belajar, juga untuk menjalankan protokol kesehatan.
Kelompok dalam kegiatan ini dibagi menjadi empat, yaitu kelompok puisi, bahasa Jepang, menggambar, dan menari. Masing-masing kelompok didampingi kakak pembimbing sesuai dengan bidangnya. Kurang lebih tiga puluh menit belajar dalam kelompok kecil, peserta kemudian diarahkan untuk kembali ke kelompok besar. Peserta dalam kelompok kecil kemudian menampilkan penampilan sesuai dengan bidang kelompoknya masing-masing.
Penampilan masing-masing kelompok mendapat apresiasi dari kelompok lain. Penampilan terbaik akan mendapatkan hadiah yang telah disiapkan panitia. Pembagian hadiah dilakukan dengan mengantre berdasarkan yang menang games, penampilan terbaik, dan pemberian hadiah untuk seluruh peserta kegiatan. Kegiatan bersama peserta menuju akhir yaitu menempelkan nama dan cita-cita mereka di pohon impian yang telah disediakan. Pohon impian ini diharapkan dapat memotivasi peserta untuk selalu mengingat cita-citanya dan berjuang untuk meraihnya, meskipun proses belajar terkendala pandemi dan teknologi seperti saat ini. Kegiatan ditutup dengan pemberian bingkisan kepada RW setempat, juga foto bersama seluruh peserta dan panitia.

Comments