Biaya SP Naik, Mahasiswa Mengeluh

  • Whatsapp
Kenaikan biaya Semester Pendek (SP) di Universitas Negeri Padang (UNP) dikeluhkan oleh mahasiswa. Biaya SP yang biasanya Rp50.000,00 per SKS naik menjadi Rp100.000,00 per SKS.
Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling TM 2013, Tri Putri, mengaku keberatan dengan hal itu. Kenaikan biaya SP yang mencapai seratus persen membuat Putri mengurungkan niatnya untuk mengambil SP. “Selain uang kuliah mahal, kini SP juga mahal,” tuturnya, Senin (8/6).
Hal senada juga dikatakan oleh Ridha Revika, mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan TM 2013. Ia menyayangkan biaya SP yang terlalu mahal. “Hampir sama dengan biaya semester panjang,” ungkapnya, Senin (8/6).
Menanggapi hal tersebut Wakil Rektor  I, Prof. Dr. H. Agus Irianto menjelaskan, kenaikan tersebut terjadi karena selama ini yang memperoleh honor dari SP hanya dosen yang mengajar. Padahal untuk pelaksanaannya ada pihak lain, seperti ketua program studi dan pegawai tata usaha, yang terlibat, namun tak digaji. “Biaya SP Rp100.000,00 per SKS ini, selain untuk gaji dosen, juga diberikan untuk pengelola SP,” ujarnya, Senin (8/6).
Agus juga mengatakan bahwa kenaikan biaya SP sebenarnya wajar karena harga kebutuhan hidup juga mengalami kenaikan. Kata Agus, biaya SP di perguruan tinggi lain sudah di atas Rp50.000,00 per SKS-nya, seperti Universitas Indonesia Rp500.000,00 per SKS, Universitas Syiah Kuala Rp100.000,00 per SKS, Universitas Negeri Yogyakarta Rp75.000,00 per SKS. Bahkan, ada beberapa perguruan tinggi yang meniadakan SP, seperti Universitas Andalas dan Universitas Negeri Makassar.
Selain itu, Agus juga mengatakan bahwa seharusnya mahasiswa juga memikirkan dosen yang mengajar SP pada libur semester genap. Masa libur yang seharusnya dimanfaatkan oleh dosen untuk berlibur dengan keluarga maupun mempersiapkan bahan ajar untuk semester berikutnya malah digunakan untuk mengajar. Selain itu, masa libur juga seharusnya digunakan oleh dosen untuk melakukan penelitian. “Dosen yang tidak melakukan penelitian tidak akan bisa naik pangkat,”  tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *