Tips Memilih Makanan yang Sehat di Pinggir Jalan Bagi Mahasiswa

0
20
Makan di pinggir jalan beresiko cukup tinggi untuk menyebabkan penyakit. Banyak wabah penyakit di Indonesia yang tersebar karena kebiasaan masyarakat untuk makan jajanan sembarangan yang berbahaya di pinggir jalan. Di antaranya adalah penyakit typhus dan hepatitis.Meski demikian, terkadang kita kesulitan mencari makan saat di perjalanan atau jika sedang kemalaman. Pilihan yang paling mudah adalah membeli makan di pinggir jalan.

Agar terhindar dari resiko kesehatan karena membeli makan di pinggir jalan, Anda sebaiknya memilih dengan hati-hati penjual makan kaki lima tempat Anda membeli. Ada beberapa hal yang dapat Anda amati langsung sebagai bahan pertimbangan sebelum membeli. Berikut beberapa tips yang sebaiknya Anda perhatikan :

Perhatikan tempat berjualan

Tempat berjualan yang dekat dengan selokan kotor, tempat pembuangan sampah, atau banyak kotoran binatang sebaiknya Anda jauhi. Banyak pedagang kaki lima yang menempati lokasi di atas selokan. Aroma tidak sedap sering muncul di lokasi-lokasi tersebut. Sebaiknya Anda menghindari tempat makan tersebut karena berpotensi menyebabkan sakit pencernaan. Anda juga dapat mengamati apakah banyak binatang, seperti kecoak atau tikus, yang berkeliaran di area berjualan. Binatang-binatang tersebut dapat menjadi pembawa kuman penyakit. Sebaiknya, Anda menghindari tempat makan tersebut dan memilih makan di tempat lain.

    
Perhatikan warna makanan yang dijual

Beberapa jenis makanan, seperti bakso, biasanya menggunakan saos. Perhatikan apakah warna merah saosnya tidak wajar? Beberapa makanan kedapatan menggunakan bahan pewarna tekstil yang berbahaya untuk tubuh karena dapat menyebabkan penyakit kanker. Sebisa mungkin jangan membubuhkan saus tomat kecuali Anda yakin akan kualitasnya. Selain bakso, jajanan lain seperti buah potong, juga perlu diwaspadai. Jangan tertarik membeli mangga yang warnanya sangat kuning maupun semangka yang bewarna merah menyolok. Pewarna berbahaya yang kedapatan digunakan untuk beberapa makanan di antaranya adalah Methanil Yellow dan Rhodamin B.

Perhatikan cara mengolah dan menyajikan makanan
 Banyak pedagang yang sangat tidak memperhatikan kesehatan makanan. Ini tampak dari cara dia memperlakukan makanan. Seringkali kita melihat pedagang makanan menyentuh makanan langsung dengan tangan dan kemudian dia menyentuh barang lain seperti uang. Padahal uang adalah barang yang sering berpindah tangan dan banyak bakteri yang menempel di sana. Hindarilah pedagang yang memegang langsung makanan tanpa hand glove.

 Perhatikan takaran penyedap yang digunakan

Dalam industri makanan, terdapat berbagai Bahan Tambahan Pangan yang dicampurkan ke dalam makanan. Salah satunya adalah penyedap MSG yang membuat masakan jadi enak dan gurih. Penggunaan Bahan Tambahan Pangan tersebut harus memenuhi aturan, termasuk MSG. Berbagai pedagang memperlihatkan langsung proses penambahan penyedap, terutama pedagang kakli lima untuk makanan berkuah seperti bakso atau soto. Perhatikan berapa banyak MSG yang ditambahkan. Anda dapat meminta untuk mengurangi atau menghilangkan MSG karena MSG dapat menyebabkan penyakit seperti chinese restaurant syndrome. Meski Anda tidak melihat langsung, Anda juga dapat mengira-ngira berapa banyak penyedap yang ditambahkan melalui rasa makanan.

Perhatikan minyak jelantah yang dipakai

Anda sebaiknya menghindari makan makanan yang dimasak dengan minyak jelantah karena minyak jelantah adalah makanan berbahaya yang dapat memicu kanker (karsinogen) dan kolesterol. Anda dapat melihat langsung minyak yang digunakan pada beberapa penjual makanan, seperti penjual gorengan atau penjual ayam goreng. Hindari pedagang yang menggunakan minyak jelantah yang pekat. Anda juga dapat mengetahui pemakaian minyak jelantah melalui bau tengik saat memasak atau warna makanan yang menjadi gelap karena minyak jelantah. Khusus untuk penjual gorengan, Anda sebaiknya mewaspadai gorengan yang tetap renyah meski sudah lama. Berbagai pemantauan masyarakat menyebutkan bahwa mereka menemukan jajanan yang dimasak beserta dengan plastik dengan tujuan agar gorengan tetap renyah.
 
Perhatikan tempat cucian piring
Banyak pedagang kaki lima yang mencuci piring dalam ember dan bukan dengan air mengalir karena keterbatasan akses air bersih. Banyak bakteri-bakteri yang berkubang dalam bak rendam tersebut. Apalagi jika pencucian hanya sekedar membilas. Selain itu, jika piring dibersihkan dengan lap yang sudah kumal dan nampak jarang dicuci, maka sebaiknya Anda tidak makan di tempat. Pilihlah tempat makan yang mencuci alat makan menggunakan air bersih yang mengalir. Anda dapat meminta makanan dibungkus atau Anda dapat membeli di tempat lain.

 Mencuci dalam ember

Jika Anda tidak yakin kualitas makanan yang Anda beli, sebaiknya Anda membawa bekal makanan saja. Meski agak merepotkan, tapi Anda akan terhindar dari makanan berbahaya yang tersedia di pinggir-pinggir jalan. Kesehatan adalah investasi terbesar manusia yang tidak tergantikan. Jika penyakit berbahaya menyerang Anda, seperti penyakit kanker, maka menyesalpun akan menjadi terlambat. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Salam sehat!

Sumber : resepbunda