UNP Ditargetkan 300 Publikasi Karya Ilmiah Internasional

0
42
Demi menjadikan Universitas Negeri Padang unggul dikawasan Asia Tenggara dimasa mendatang, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek RI, Dr. Muhammad Dimyati menargetkan 300 publikasi jurnal ilmiah internasional mesti disumbangkan UNP.

Hal ini disampaikan Dimyati pada sosialisasi Arah dan Kebijakan Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Menuju Research University di kampus UNP, Air Tawar Padang, Kamis (26/1).

“Saya yakin dengan akreditasi A, UNP akan mampu mendongkrak jumlah publikasi ilmiah pada tingkat internasional,” tuturnya.

Dirjen Risbang Kemenristekdikti juga menambahkan dari total 4.405 Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta di Indonesia, baru 2 Perguruan Tinggi yang mampu masuk dalam peringkat 500 Perguruan Tinggi terbaik dunia. Sedangkan pada peringkat jumlah publikasi ilmiah di tingkat ASEAN, Indonesia masih menempati urutan ke-4.

“UNP punya modal yang tidak perlu diragukan lagi, peluang dalam meningkatkan kualitas melalui otonomi dan mampu tembus dalam 500 perguruan tinggi terbaik dunia bisa tercapai. Berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta kolaborasi nasional dan internasionalnya perlu digiatkan UNP dimasa mendatang,” tambahnya.

Dengan dorongan peningkatan jumlah publikasi diharapkan aktivitas riset tidak hanya selesai menjadi arsip perpustakaan. Saat ini, Kemenristekdikti tengah menggulirkan berbagai regulasi yang mendorong civitas akademika perguruan tinggi untuk menghasilkan publikasi ilmiah nasional maupun internasional.

“Pada tingkat guru besar, kami mengharuskan setiap profesor melakukan publikasi internasional serta Dosen Lektor Kepala juga wajib publikasi ilmiah internasional,” tegas Dimyati dihadapan ratusan peserta sosialisasi.

Sebelum, kegiatan sosialisasi berlangsung, Dirjen Risbang, Dr. Dimyati dalam perbincangan merasakan keinginan kuat Rektor UNP, Prof Ganefri untuk adanya percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur UNP. Tak pelak untuk menyemangati keinginan itu, Pak Dimyati yang juga berpengalaman dibidang Ke-PU-an langsung turun kelapangan melakukan monitoring capaian yang dilakukan PT ADHI KARYA, ternyata kinerja pemborong proyek yang didanai Bank Dunia (IDB) itu perlu sorotan yang lebih tajam, sehingga UNP tidak dirugikan dikemudian hari. Semoga.

Sumber : Padang Today